Bitcoin Stagnan di Dekat $91.000 Meski ETF Tambah Modal
Ditulis pada 30 November 2025 oleh Alejandro
Tren Harga Bitcoin dan Sentimen Pasar Kripto Terkini
Harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir bertahan pada kisaran $91.000, menunjukkan stagnasi di tengah dinamika pasar global yang berubah cepat. Performa harga ini menjadi perhatian utama pelaku industri dan investor aset digital karena terkait erat dengan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan respons pasar investasi tradisional. Tidak hanya itu, laju investasi ke ETF Bitcoin—produk investasi yang kini banyak diminati institusi—dinilai belum cukup memicu reli harga signifikan. Kondisi ini membuat Bitcoin berada pada fase konsolidasi di tengah arus modal yang beralih ke pasar saham dan emas, mencerminkan preferensi investor terhadap aset berisiko rendah.
Data Investasi ETF Bitcoin, Korelasi Historis, dan Pergerakan Pasar
Menurut laporan CoinDesk dan Reuters, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sekitar $220 juta dalam periode yang sama, namun jumlah ini dianggap masih lemah bila dibandingkan dengan tren sebelumnya. Pasar mencatat korelasi pergerakan harga Bitcoin dengan bear market tahun 2022 sebesar 98%, berdasarkan studi data Bloomberg. Sementara itu, indeks pasar saham global dan harga emas mencatat reli selama pekan terakhir, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Menurut analisis dari Bloomberg Intelligence, arus masuk ETF Bitcoin belum memberikan efek positif signifikan terhadap harga karena sentimen investor masih menunggu kepastian dari kebijakan moneter dan makroekonomi. “Stagnasi harga menandakan pasar belum mendapati katalis baru untuk keluar dari pola pergerakan sideways,” kata analis pasar kripto yang dikutip Bloomberg.
Latar Belakang Relasi Ekonomi Global, Ekspektasi Suku Bunga, dan Implikasi untuk Investor
Ketidakpastian pasar Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang menjadi sorotan pelaku pasar global. Sejak tahun 2022, Bitcoin menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap sentimen makroekonomi dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Kuatnya korelasi dengan bear market masa lalu menandakan masih tingginya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko dan volatilitas pasar kripto. Menurut Reuters, reli saham dan emas dipicu oleh rotasi aset yang mencari perlindungan nilai transaksi. Bagi investor kripto maupun institusi, arus modal ke ETF kerap dijadikan acuan sentimen pasar; namun, data terbaru menunjukkan bahwa fase konsolidasi dan minimnya sentimen positif masih menjadi kendala Bitcoin untuk mencetak rekor harga baru. Pemantauan terhadap perubahan kebijakan The Fed, perkembangan ETF, dan arus modal lintas aset sangat krusial sebagai dasar pengambilan keputusan investasi aset digital dewasa ini.
Referensi: CoinDesk, Bloomberg, Reuters










