Minat Bitcoin Menurun, Investor AS Lebih Hati-hati
Ditulis pada 5 Desember 2025 oleh Alejandro
Tren Investasi Kripto AS: Momentum Melambat di Tengah Ketidakpastian
Minat investor terhadap aset kripto, terutama Bitcoin, mulai menunjukkan pola stagnan di Amerika Serikat. Data yang dirilis oleh Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) mengindikasikan bahwa jumlah investor AS yang memiliki kripto tidak mengalami pertumbuhan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Fenomena ini menimbulkan diskusi di kalangan profesional keuangan dan investor institusional tentang arah pasar kripto ke depan dan faktor yang memengaruhi keputusan alokasi aset berbasis blockchain.
Data Terbaru: Kepemilikan Kripto Stagnan, Minat Beli Baru Menurun
Studi FINRA 2024 mencatat kepemilikan aset kripto di kalangan investor AS stagnan sejak 2021 hingga 2024. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari investor yang ingin menambah portofolio atau memulai investasi baru dalam kripto tahun ini. Mengutip CoinDesk (Juni 2024), volatilitas harga Bitcoin bertahan tinggi, dengan harga BTC tercatat di sekitar US$ 61.200 pada pekan terakhir Juni—turun dari puncak US$ 73.000 pada Maret. Ophelia Snyder, Co-founder 21Shares, menyatakan bahwa saat ini Bitcoin kecil kemungkinan mengulangi reli Januari karena pasar didorong faktor eksternal, bukan fundamental internal. Sementara itu, Bloomberg melaporkan Bitwise memiliki cadangan kas sebesar US$ 1,4 miliar dan tanpa utang jatuh tempo hingga 2027. CIO Bitwise, Matt Hougan, menegaskan, “Perusahaan tidak akan dipaksa menjual Bitcoin bahkan jika harga saham turun.”
Latar Belakang: Signifikansi Pasar Kripto bagi Ekosistem Finansial
Dominasi Bitcoin sebagai aset digital sekaligus instrumen lindung nilai sempat menarik lonjakan investor ritel dan institusi sejak 2021. Namun, perlambatan minat baru menyoroti pertumbuhan adopsi yang stagnan sebagai refleksi dari ketidakpastian regulasi, perubahan makroekonomi, serta sentimen risiko tinggi pada aset kripto. Menurut Reuters, ketahanan perusahaan pengelola dana kripto seperti Bitwise juga menjadi perhatian penting apabila volatilitas pasar meningkat. Fenomena ini memengaruhi strategi diversifikasi portofolio dan manajemen risiko di pasar kripto global. Dengan adopsi yang stagnan dan sentimen beli baru yang melemah, fokus investor kini beralih pada fundamental dan transparansi perusahaan hingga sentimen makro keuangan.










