CEO BlackRock: Bitcoin Kini Jadi 'Aset Ketakutan'
Ditulis pada 4 Desember 2025 oleh Alejandro
CEO BlackRock Mendefinisikan Ulang Bitcoin sebagai Aset Pelindung di Tengah Ketidakpastian
Larry Fink, CEO BlackRock, menyatakan Bitcoin kini dianggap sebagai "aset ketakutan" dan telah melunak terhadap aset kripto ini. Pernyataan Fink menjadi sorotan karena BlackRock merupakan manajer aset terbesar dunia dengan pengaruh signifikan di pasar keuangan global. Sikap terbuka BlackRock menandai pergeseran besar dalam adopsi kripto di tingkat institusional, terutama ketika volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi meningkat. Penerimaan institusional terhadap Bitcoin diidentifikasi sebagai faktor yang dapat memperkuat legitimasi dan daya tarik investasi pada pasar kripto di tengah perubahan lanskap finansial global.
Data Pasar Terbaru dan Statistik Relevan Bitcoin
Pada waktu pernyataan ini dirilis, harga Bitcoin diperdagangkan mendekati US$67.000 mengalami kenaikan 4% dalam 24 jam terakhir (sumber: CoinDesk, data 2024). Volume perdagangan naik signifikan, memperlihatkan ketertarikan baru dari investor institusional pasca adopsi spot ETF Bitcoin oleh BlackRock dan lembaga keuangan lain. Capital inflows dari institusi besar ke produk ETF Bitcoin dilaporkan Bloomberg telah mencapai angka di atas US$15 miliar sejak peluncurannya awal 2024. Data Glassnode memperlihatkan jumlah saldo Bitcoin pada exchange turun ke level terendah dua tahun terakhir, menandakan akumulasi. Selain itu, pengakuan Fink bahwa sikap BlackRock mengenai Bitcoin telah mengalami evolusi selama delapan tahun terakhir mengindikasikan perubahan paradigma dalam strategi alokasi aset kelas berat Wall Street.
Latar Belakang dan Signifikansi perubahan Sikap BlackRock terhadap Bitcoin
Evolusi pandangan BlackRock bermula dari skeptisisme terhadap Bitcoin hingga akhirnya mengakui aset ini memiliki peran sebagai pelindung nilai. Fink dalam diskusi dengan CEO Coinbase mengakui, "Bitcoin telah menjadi aset perlindungan nilai di tengah gejolak pasar tradisional dan kekhawatiran makroekonomi," (Reuters). Dalam beberapa tahun terakhir, krisis perbankan regional AS dan inflasi mendukung narasi Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat. Transformasi sikap lembaga besar seperti BlackRock meningkatkan persepsi risiko dan peluang bagi investor institusi maupun individu. Ketika regulasi di Amerika Serikat mulai memberikan kepastian untuk aset digital, adopsi institusional terhadap Bitcoin mendapat momentum baru yang relevan dengan strategi diversifikasi portofolio dan inovasi keuangan global.










