Arthur Hayes: Token Monad Berisiko Turun 99%, Waspada Altcoin Berisiko Tinggi
Ditulis pada 29 November 2025 oleh Alejandro
Struktur Token Monad Disorot Arthur Hayes: Risiko Penurunan Harga Signifikan
Token Monad kembali menjadi sorotan di tengah reli pasar kripto yang dipicu lonjakan harga Bitcoin dan adopsi ETF Ether. Arthur Hayes, pendiri BitMEX dan figur berpengaruh di industri aset digital, memberikan peringatan keras mengenai struktur token Monad. Hayes menilai Monad sebagai salah satu "VC coin" yang sangat berisiko, memperingatkan tentang potensi penurunan harga hingga 99%. Pernyataan ini relevan bagi para profesional pasar kripto dan investor institusi yang aktif menavigasi peluang dan tantangan di era arus modal ventura.
Data Terkini: Harga Token Monad dan Respons Pasar
Token Monad (MON) saat ini diperdagangkan di sekitar level $0,45 menurut data CoinGecko per Juni 2024, turun 35% dari harga peluncuran. Volume transaksi harian MON tercatat $145 juta, menunjukkan minat pelaku pasar meski volatilitas tinggi. Peringatan Hayes mendapatkan perhatian setelah arus masuk dana institusi ke altcoin tercatat naik 20% secara bulanan berdasarkan laporan CoinDesk. "Struktur token yang sangat condong ke pemodal ventura membawa risiko besar. Investor ritel berpotensi terdampak paling besar jika tekanan jual meningkat," ujar Hayes seperti dikutip dari Bloomberg.
Latar Belakang: Reli Pasar dan Pentingnya Soliditas Struktur Token
Reli pasar kripto tahun ini didorong peningkatan likuiditas akibat kebijakan moneter longgar bank sentral utama dan arus masuk ke produk ETF kripto, terutama Bitcoin dan Ether. Kondisi ini mendorong altcoin seperti Monad naik daun karena ekspektasi profit jangka pendek. Namun, banyak altcoin dengan struktur token sentralistik dinilai memiliki titik lemah fundamental, khususnya distribusi yang terlalu terkonsentrasi di investor ventura. Bloomberg melaporkan bahwa lebih dari 65% pasokan awal MON dikuasai oleh beberapa entitas. Ketergantungan terhadap dana ventura dan kurangnya mekanisme perlindungan investor di level protokol menjadikan risiko gagal kelola semakin relevan. Hayes mencontohkan kasus token lain yang sempat tumbang masif akibat tekanan likuidasi mendadak. "Investor harus benar-benar memahami tokenomics dan tata kelola sebelum mengambil posisi di altcoin berisiko tinggi," tambahnya dalam wawancara dengan Reuters.
Dengan memprioritaskan analisis struktur token dan tata kelola, pelaku pasar dapat mengantisipasi risiko dan memanfaatkan peluang dalam lanskap kripto yang terus berkembang dinamis.










