Ethereum Melonjak, ETF SUI Dapat Izin, dan Obligasi Yuan Ditokenisasi
Ditulis pada 5 Desember 2025 oleh Alejandro
Ethereum Unggul di Tengah Lonjakan ETF dan Inovasi Digital Banking
Ekosistem aset digital global mencatat momen penting pekan ini. Ethereum (ETH), aset kripto utama setelah Bitcoin, mulai menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan Bitcoin dalam periode jangka pendek. Pergerakan ini diikuti peluncuran instrumen investasi terbaru di Amerika Serikat dan langkah transformasi signifikan dari bank besar di Tiongkok. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi arus investasi institusional, tapi juga mendefinisikan ulang lanskap inovasi keuangan global.
Kinerja Kuat Ethereum dan Terobosan ETF di SUI
Harga Ethereum diperdagangkan di atas USD 3.000 berdasarkan data live dari CoinDesk pada Rabu (12/6/2024), sementara Bitcoin bertahan di kisaran USD 67.000. Dalam beberapa pekan terakhir, Ethereum mencatat arus masuk ETF spot yang lebih besar dan pertumbuhan volume transaksi harian yang mengindikasikan minat investor meningkat. Menurut Bloomberg, optimisme pasar menyoroti potensi reli harga ETH hingga 20% jika tren ini berlanjut, terutama sesudah persetujuan ETF spot Ethereum akhir Mei lalu.
Di sisi lain, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) resmi mengizinkan peluncuran ETF dengan leverage 2x untuk SUI. ETF ini memungkinkan investor memperoleh dua kali eksposur terhadap pergerakan harga SUI, tapi SEC memperingatkan lonjakan volatilitas dan risiko leverage pada pasar kripto. Sementara itu, Hua Xia Bank Tiongkok berhasil melakukan tokenisasi obligasi yang diterbitkan dalam mata uang yuan senilai USD 600 juta (setara sekitar 4,3 miliar yuan) khusus untuk peserta pengguna digital yuan, berdasarkan laporan Reuters. Lelang obligasi ini memperkuat posisi Tiongkok dalam adopsi teknologi aset digital.
Tantangan dan Signifikansi Geopolitik dalam Transformasi Pasar Aset Digital
Laju Ethereum yang menyalip performa jangka pendek Bitcoin menandakan pergeseran minat institusional ke aset kripto yang punya fundamental kuat dan utilitas nyata. Aliran investasi pada ETF spot ETH mencerminkan respons positif setelah proses aproval SEC terhadap ETF spot berbasis kripto selain Bitcoin, yang sebelumnya mendominasi instrumen investasi di bursa tradisional. Akses instrumen leverage seperti ETF SUI 2x membuka peluang pertumbuhan volume, namun risiko naiknya fluktuasi harga dan bubble kripto terus menjadi perhatian otoritas regulasi.
Adopsi tokenisasi obligasi oleh bank Tiongkok menggarisbawahi posisi Asia, khususnya Tiongkok, sebagai episentrum inovasi teknologi finansial global. Digitalisasi instrumen pendapatan tetap lewat digital yuan meningkatkan efisiensi sekuritisasi dan transparansi pasar obligasi. Hal ini menunjukkan evolusi ekosistem keuangan global yang berintegrasi dengan teknologi blockchain dan kripto, meningkatkan minat pelaku pasar dan regulator terhadap keamanan, potensi pertumbuhan, serta tata kelola yang lebih inklusif di sektor aset digital.
Sumber: CoinDesk, Bloomberg, Reuters.










